“Petani Kelapa Menjerit” Harga Tak Kunjung Membaik, ADT Si Anak Parit Minta Presiden Prabowo Bangun Pabrik Hilirisasi Kelapa di Inhil

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 01:03 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indragiri Hilir (Inhil): Pemerintah Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk mendorong hilirisasi sektor perkebunan, termasuk komoditas kelapa. Kementerian Pertanian telah mengucurkan anggaran untuk pengembangan kelapa secara menyeluruh, yang menjadi langkah awal strategis sebelum hilirisasi skala besar direalisasikan.

Terkait hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Riau, Andi Dharma Taufik (ADT), Dapil Inhil ikut angkat suara, beliau mendesak Pemerintah Pusat, Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian pertanian segera membangun pabrik hilirisasi kelapa di Kabupaten Inhil. Senin (11/5/2026)

Kalau Hilirisasi tak dipercepat Petani akan terus menjadi pihak yang paling lemah, buah melimpah, penampungan terbatas, pabrik besar cuma sedikit, akibatnya harga gampang oleng dan kalau petani kelapa di Inhil terus mengirim bahan mentah, diibaratkan kita ini punya sapi tapi orang lain yang sibuk jual susunya, kata ADT.

” Puluhan tahun harga Kelapa tidak kunjung membaik, sedangkan potensi buah kelapa di Inhil sangat besar, oleh karena itu pembangunan fasilitas hilirisasi harus segera dilakukan, Hari ini mungkin harga mencapai Rp. 3700 sebutir, besok kalau panen membludak yang goyang bukan cuma harga Petanipun ikut goyang kepala,” ungkapnya.

Lebih lanjut ADT menerangkan bahwa sudah puluhan tahun para petani kelapa di Inhil menghadapi persoalan yang tak kunjung tuntas. Harga kelapa terus berfluktuasi dan kerap jatuh, sementara solusi nyata dinilai belum mampu menjawab keluhan masyarakat.

” Kami juga meminta dukungan semua pihak untuk sama-sama menyuarakan dan mempresentasikan potensi ekonomi kelapa lokal kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo,” imbuh ADT yang kerap disapa dengan julukan si anak parit.

Dirinya juga menyebutkan bahwa kalau pabrik hilirisasi berdiri kelapa tak lagi sekedar buah tapi jadi sumber kerja dan ekonomi serta menjadi semangat ekonomi petani kampung. Anak muda bisa kerja didaerah nya sendiri, UMKM hidup, harga lebih stabil, dan kesejahteraan petani lokal kelapa meningkat.

Sebenarnya, Inhil sudah tak pantas lagi menjadi penghasil bahan baku. Kita harus menjadi pemain besar kelapa, tegas ADT.

Hilirisasi Industri termasuk dalam Program-program prioritas nasional, yang harus kita suarakan dan kita dukung bersama-sama, hal ini demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani kelapa khususnya yang ada di Kabupaten Inhil, tandas ADT.

(Red/Tim)
‎

Berita Terkait

Dua Punya Prestasi, Satu Rumah: Bangganya Kopka TNI Harjito & Yeni Saksikan Judha dan Tasya Bertengger di Podium Utama
Ketua DPRK: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kepedulian dan Kebersamaan
Haji Affan Alfian Bintang SE dan Hj. Mariani Harahap, Sosok Dermawan dan Rendah Hati di Tengah Semarak HUT RI ke-81
Diduga Dianiaya dan Disekap Oknum Satpol PP, Warga Lapor
Ketika Kreativitas Bertemu Kemerdekaan, Lapas Binjai Hadirkan Kreasi Tumpeng
Peduli Kesehatan Masyarakat, PT MBK Ventura Salurkan Bantuan Alat Kesehatan untuk Posyandu di Pasirjambu
Transformasi Pengelolaan Sampah Dimulai, Lapas Perempuan Medan Luncurkan Program Smart Zero Waste dan Dashboard SIPINTAR
Balutan Adat Melayu, LAMR Meranti Sambut Hangat Kapolres Baru

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 02:06 WIB

Penertiban PETI Geumpang Dinilai Belum Menjawab Persoalan Utama, Dugaan Rantai Setoran, BBM, Pemodal, dan Penadah Emas Masih Menjadi Tanda Tanya

Minggu, 20 September 2026 - 01:03 WIB

Sorotan Warganet terhadap PETI Geumpang Makin Keras, Wakil Bupati Disebut dalam Komentar, APW Minta Semua Pihak yang Diduga Terlibat Diperiksa

Berita Terbaru