MBG di Persimpangan: Efisiensi Jangan Kalahkan Keamanan Pangan

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 23:01 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH – -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dihadapkan pada pilihan memperkuat Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) atau menyerahkan sebagian penyediaan makanan kepada kantin sekolah.

Sejumlah elemen masyarakat mengingatkan pemerintah agar tidak mengambil jalan pintas. Makanan yang lebih dekat ke sekolah belum tentu lebih aman dan lebih bergizi.

Mereka menilai perubahan skema MBG harus didasarkan pada kajian yang jelas, terutama menyangkut keamanan pangan, standar gizi, kapasitas produksi dan pengawasan.

Ketua salah satu organisasi Media di Aceh Timur Nana Supriatna atau yang lebih akrab disapa Nana Thama, mengatakan SPPG yang bermasalah seharusnya diperbaiki, bukan langsung ditinggalkan.

“Kalau ada kekurangan, evaluasi dan perbaiki. Jangan karena persoalan di beberapa tempat, seluruh sistem kemudian dianggap tidak efektif,” ujarnya.

Sementara Ketua Dpc.AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia)Nana Thama menilai kantin sekolah memang bisa dilibatkan, tetapi tidak boleh otomatis dianggap siap menggantikan SPPG.

“Harus ada standar yang jelas. Dapur, tenaga pengelola, bahan baku, kebersihan dan kandungan gizi semuanya harus diawasi,” katanya.

Mereka juga mengingatkan, jika titik pengolahan makanan diperbanyak, pengawasan justru berpotensi semakin rumit.

Karena itu, pemerintah diminta tidak sekadar mengejar efisiensi distribusi. MBG menyangkut makanan anak-anak dan uang negara. Standar keamanan, kualitas dan akuntabilitas tidak boleh menjadi korban perubahan skema.

SPPG boleh dievaluasi. Kantin sekolah boleh diberdayakan. Tetapi keputusan akhirnya harus berpijak pada satu hal: kepentingan penerima manfaat

Berita Terkait

Penertiban PETI Geumpang Dinilai Belum Menjawab Persoalan Utama, Dugaan Rantai Setoran, BBM, Pemodal, dan Penadah Emas Masih Menjadi Tanda Tanya
Sorotan Warganet terhadap PETI Geumpang Makin Keras, Wakil Bupati Disebut dalam Komentar, APW Minta Semua Pihak yang Diduga Terlibat Diperiksa
Kapolres Bireuen Hadiri Pembukaan AKSIOMA Kemenag Kabupaten Bireuen Tahun 2026
Peringati HKGB Ke-74, Bhayangkari Cabang Bireuen Gelar Olah Raga dan Donor Darah
Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Diduga Dikuasai Pemodal, Alat Berat Terus Beroperasi, LLA Akan Laporkan ke Polda Aceh
Kapolres Bireuen Hadiri Kegiatan Masa Ta’aruf dan Baitul Arqam Mahasiswa Baru UMMAH
Adanya Maskot Edukasi Membuat Kegiatan Sosialisasi Satlantas Polres Bireuen Lebih Menyenangkan Bagi Anak
Komitmen Kapolres Jaga Stabilitas dan Kondusivitas Jadi Inspirasi di Lingkungan HUDA

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 02:06 WIB

Penertiban PETI Geumpang Dinilai Belum Menjawab Persoalan Utama, Dugaan Rantai Setoran, BBM, Pemodal, dan Penadah Emas Masih Menjadi Tanda Tanya

Minggu, 20 September 2026 - 01:03 WIB

Sorotan Warganet terhadap PETI Geumpang Makin Keras, Wakil Bupati Disebut dalam Komentar, APW Minta Semua Pihak yang Diduga Terlibat Diperiksa

Berita Terbaru